Rabu, 20 Februari 2013

My Graffiti

hey guys, kecintaan aku terhadap dunia seni ngga cuman di dunia musik doang, tapi juga terhadap seni rupa, seni melukis dan lain-lain termasuk membuat graffiti di tembok atau media lainnya. di tahun 2012 lalu aku bikin graffiti Prodo dengan komunitas Komunitas Graffiti aku yaitu "Preman Urban Street Art" bareng crew graffitiku "TACH". aku bikin realis salah satu personil Girl Band ternama korea yaitu "Tiffany Hwang (SNSD)" dengan satu character kesayangan aku namanya "Binggo" hehehe. kira kira seperti ini gambarnya :


Dan Setelah beberapa minggu setelah aku beres ngegambar itu, ternyata secara ngga sengaja aku googling ternyata ada yang ngepost gambar aku di google dan di muat di salah satu website SNSD & penggemar SNSD itu sendiri, asli ga nyangka banget dan bangga banget bisa ada yang mengapresiasi hasil karya aku, dan ini hasil foto yang entah siapa orangnya :

ajib ga tuh? hahaha dan ini sama sekali bukan aku yang foto sob, dan di bawahnya ada caption yang berbunyi begini :


SNSD Tiffany ada di Bandung?

Seseorang mengambil photo Tiffany lengkap dengan 'eye-smile' yang telah menjadi trademark Tiffany dan diunggah ke internet oleh
Soshified.com. Meskipun ini hanyalah sebuah gambar graffiti, tapi itu cukup untuk mengobati rasa rindu penggemar di sana untuk bisa melihat Tiffany setiap hari.

Semoga saja gambar graffiti ini tidak bernasip sama dengan gambar graffiti Jessica di Australia yang dirusak oleh orang tak dikenal.

 ini linknya kalau ada yang mau liat langsung 

dan belum lama ini kira-kira beberapa hari kemaren aku liat gambar aku dan temen-temen masuk liputan Redaksi Trans 7 yang di beri judul "Bandung Kota Penuh Coretan" ini linknya : video link

Buat kalian para "Sone" (penggemar SNSD) atau yang tinggal di Bandung mungkin sekarang gambarnya masih ada bisa lihat langsung hasil karya aku di dekat stasiun bandung daerah sana pokonya cari pasti ketemu, and i hope you'll take a picture there ;) thanks guys.

Minggu, 17 Februari 2013

ABOUT THIS BLOG

Dan mulai saat ini aku sedang mencoba berusaha merealisasikan salah satu mimpiku yaitu ingin menerbitkan sebuah buku, semenjak hobi membaca itu ternyata sedikit demi sedikit telah memunculkan idea, imagine dalam diri, dan telah mengumpulkan niatku untuk setidaknya mencatat atau menulis apapun yang telah terjadi dalam hidupku istilah lainnya mungkin sebagai buku diary, meskipun hal tersebut agak klise dan centil di mata orang lain namun mungkin inilah salah satu jalan menuju mimpiku suatu saat nanti. Dan mungkin lewat blog ini saya dapat secara tidak langsung berbagi pengalaan ilmu dengan kalian semua dari karya-karyaku. Semoga lewat blog ini aku dapat terlatih untuk berkarya di bidang menulis, namun tak hanya karya tulisku yang akan aku share disini, mungkin nanti juga akan aku share karya-karyaku yang lain dalam bidang musik, gambar,foto, video dll.

MAUDY AYUNDA

Namun semuanya sempat terhenti ketika kekagumanku beralih kepada sosok manusia inspirator itu, “Ayunda Faza Maudya” itulah namanya, atau yang lebih di kenal sebagai “Maudy Ayunda”, seorang ARTis, aktor, musisi, sekaligus gadis yang pintar dalam bidang pendidikan dan sangat mencintai karya tulisan / buku. Sosoknyalah yang mengembalikan semangatku setelah kepergian abahku untuk melakukan yang terbaik di setiap apapun yang aku lakukan dan menyadarkan aku di usiaku sekarang untuk segera meraih mimpi dan target-targetku yang selama ini hanya tertahan dan terpendam di dalam imajinasiku saja hingga tak pernah ter-realisasikan bertahun tahun. Maudy Ayunda, gadis yang fasih berbahasa inggris dan spanyol ini, di usianya yang lebih muda satu tahun di bawahku, selain nilai plusnya yaitu berparas cantik dia pun telah mencetak prestasi yang bukan main-main di bidang pendidikan dan akademis namun selain itu ia juga telah menghasilkan karya-karya yang luar biasa baik itu perannya dalam lebih dari 5 film berkualitas di indonesia, ataupun menciptakan sebuah lagu, dan suaranya dalam bernyanyi.

Dan yang membuatku lebih kagum lagi, di usia 10tahun dia telah membuat sebuah karya tulis yang di dedikasikan untuk anak-anak yang berjudul “force of fable” bercerita tentang kisah anak-anak dan beberapa kisah binatang. Dan bisa dibilang dia adalah kolektor buku, kegemarannya dalam membaca dan mengkoleksi buku itu juga membuat beberapa bulan terakhir ini saya mencoba manjalani dan mencintai hal tersebut yang sebelumnya sama sekali tak pernah saya lakukan, alhasil sekarang saya menambah list kegiatan sehari-hari saya untuk 3-5 kali seminggu untuk pergi ke toko buku baik itu untuk sekedar membaca buku ataupun membeli sebuah buku, kini saya sering membaca berbagai genre buku seperti Psykologi, Sastra, Novel, Art dan mencoba meresapi kandungan isi dari setiap tulisan-tulisannya. Dan ini adalah foto dimana saya bertemu maudy ayunda pertama kali di jakarta :










MAHASISWA

Desain Komunikasi Visual, ya, itu mager yg aku ambil sampai sekarang ketika waktu itu aku merasakan bangu kuliah untuk pertama kalinya di salah satu universitas swasta di Bandung, kampusku saat ini. Darah seni lah yang meyakinkan aku untuk memilih mager tersebut dan di luar itu sebenarnya aku sangat sangat sangat cinta terhadap segala hal yang menyangkut tentang seni, apapun itu. Dan kini aku sedang menjalani libur panjang akhir dari semester 3 kemarin, aku harus menyiapkan segala sesuatunya untuk menjalani peranku sebagai mahasiswa DKV di semester 4 nanti, namun seperti biasa jika libur panjang aku selalu terbawa malas oleh minimnya kegiatanku di luar kuliah walau kadang sesekali datang pesanan lukisan, baik lukisan di kanvas, sepatu, ataupun hanya gambaran pensil di secarik kertas yang mengisi sebagian waktu senggangku dan menambah uang jajanku di hari libur panjang ini.

DARAH SENI

Sebenarnya kebiasaan menulis itu di mulai sudah sejak dulu ketika aku duduk di bangku SMP, ketika almarhum abah-ku Nana Ardina masih ada di dunia ini, dia adalah ayah dari bapaku, guru bahasa inggris terbaiku, Sahabat satu kamarku, and my best grandfather ever, lelaki paruh baya yang tegar setelah di tinggal pergi istrinya terdahulu untuk selamanya, di tinggal mati oleh ibu dari bapaku, dan dari abahkulah mengalir darah seni di dalam diriku sampai saat ini . Singkat cerita ketika itu aku sempat mengalami fase dimana aku lebih memilih sering berbaring di sofa usang tempat duduk favorit abahku untuk menonton TV sambil memakan cemilan kecil sampai akhirnya aku tertidur lelap disitu dan terbangun ketika waktu menunjukan hampir pukul 6 sore atau ba’da magrib lalu bergegas mandi, atau selalu bermain dengan teman-teman di daerah sekitar rumahku sampai langit menuju senja.
Dia sering menggerutu kesal dan menyuruh untuk tidak lagi menyia-nyiakan waktu dengan hanya bermalas-malasan di tempat tidur namun aku acuh ketika itu karena pemikiranku pada masa itu adalah hanya tidur, sekolah, dan bermain setiap harinya dan seiring dengan itu selalu ada bisikan kata hati yang berkata “alah waktu masih panjang ini” tanpa menghiraukan nasehat, kemarahan, dan gerutuan abahku karena umurku yang masih sangat kecil ketika itu. Namun setelah di penghujung sekolahku ketika aku menginjak bangku SMK dan akan menghadapi ujian akhir Nasional beberapa bulan lagi, Beliau menghembuskan nafas terakhirnya... guru bahasa inggris terbaikku, sahabat sekamarku, kakek terbaiku sepanjang masa yang selalu menggerutu jika aku hendak bermalas-malasan di tempat tidur, dia meninggalkan aku dan seluruh keluargaku untuk selamanya dengan iringan isak tangis yang tak merelakan dia untuk pergi.
Baru setelah itu hati dan otaku tersadar setelah kepergian beliau, nasehat dan gerutuannya tentang “waktu” membuat aku terngiang-ngiang akan satu hal tersebut. Sempat datang sebuah semangat untuk melakukan yang terbaik di setiap apapun yang aku lakukan, dan berusaha untuk tidak menyia-nyiakan waktu dengan hal-hal yang tidak berguna. Namun seiring dengan hari libur panjang setelah kelulusanku di SMK waktu itu, semangat itu hanya datang sebentar dan fase malas pun kembali ke kehidupanku.

Alasan adanya blog ini

Entah kapan semuanya dimulai dan entah apa yang membuat semuanya terasa mangusik, namun inilah keadaan klimaks dimana gue merasakan kehidupan yang mulai tak tenang, bumi yang menua, dan sang “waktu” yang terkadang tak di sadari terus-menerus dengan luwesnya menari-nari seolah menertawakan gue yang terlihat bodoh diantara mereka. Alam yang mulai gak bersahabat, dan langit yang jarang lagi gue lihat senyumnya selalu menjanjikan cerah namun ternyata teringkari di pertengahan hari oleh awan hitam. Dan ini tentangnya... waktu... ya benar, waktu...

Tak tahu mengapa akhir-akhir ini hal yang satu itu selalu menyelimuti pikiran gue  hingga aku terlupakan all about life enjoying, bahwa setiap manusia di berikan oleh Tuhan hak untuk tenang, damai, menikmati hidup yang di berikan-Nya dan tentunya untuk berbahagia.

Usia gue kini beranjak menuju kepala-2 bulan juni 2013 nanti, dan lagi-lagi jika gue menyadari umur gue, gue selalu berfikir dan bertanya kepada diri gue sendiri, apa yang telah gue lakukan selama 19 tahun ini?, apakah hanya memejamkan mata lalu sekedar meniup api di ukiran angka yang terletak pada kue saja setiap kali bertambahnya usia gue? Sambil melihat senyum orang-orang sekeliling gue seakan semuanya baik-baik saja? Dan selanjutnya kembali berdiam membungkam sia-sia? Kemana gue selama ini? dan lagi-lagi sang “waktu” yang menyadarkan dan mendewasakan gue.